Waktu sudah lama berlalu sejak khayalan masa kecil mengepung pikiran dan alam bawah sadar. Saya mencoba mengingat-ingat lagi khayalan itu. Beberapa khayalan itu kini mengapung di alam nyata, beberapa lagi melayang sekian meter di bawah permukaan, dan sisanya lagi tenggelam dan terhanyut bersama keceriaan masa kecil.
Sampai kini khayal itupun masih tetap ada. Ia tinggal bersama harapan dan menyelinap di antara kerumunan realitas. Terkadang ia mudah dicerna tanpa harus mengutak-atik kalkulus, namun di lain waktu ia tampil dalam bilangan imajiner nan kompleks.
Khayalan menyedapkan kehidupan yang terasa hambar, namun terlalu banyak tidaklah baik karena dapat mengaburkan rasa. Khayal itu memacu kreativitas, tetapi tanpa perbuatan, waktu akan terbuang sia-sia.
Khayal kadang menghadirkan asa kalau ia mampu menghentak jiwa. Nice post.