Seperti kehilangan harta dan kekayaan
Demikianlah seseorang yang dikhianati sahabatnya
Seperti roh meninggalkan tubuh
Demikianlah seseorang yang kehilangan cintanya
Seperti jatuh dari atap yang tinggi
Demikianlah seseorang yang diperlakukan tidak adil
Ada satu hal yang mendahului yang kedua, ketiga, dan yang lainnya
Mengampuni yang menyembuhkan jiwa; Rasanya seperti aliran air deras yang membilas amarah
Ada dua yang bermegah di atas yang pertama, ketiga, dan yang lainnya
Kesabaran dan ketegaran; Kaki-kakinya menghantarkan raga ke tujuan
Ada tiga yang melampaui jauh di antara yang pertama, kedua, dan yang lainnya
Pemulihan, sukacita, dan harapan; Bagai sayap-sayap terbang yang melaju di atas hambatan angin
Yang pertama adalah yang tersulit dari dua lainnya. Seringkali kita mengatakan kita telah mengampuni, padahal yang sebenarnya terjadi adalah kita hanya mencoba melupakan.
Seperti ruh yang tercerabut dari raga, seperti itukah rasanya hilang asa pada sesuatu yang masih dijalani…? hehe. Tulisan yang menarik. Saya menyukai bait terakhir, soal Pemulihan, Sukacita dan harapan (hal yang tidak ingin lagi saya lepaskan).
Membalas soal LoA tadi, bisa jadi yang tidak diinginkan itu terjadi bila kekhawatiran yang tidak diinginkan itu selalu berkecamuk di pikiran, terus menghantui, kejadian deh……, mungkin lho.
harapan, adalah opsi terakhir..
seorang bijak mengatakan;
“jika seseorang kehilangan harapan, ia akan kehilangan segalanya..”
salam kenal
wahhh.. dalam sekali kata2nya…! =D
tulisan anda memberi saya inspirasi..
terima kasih ya sdh di publish..^^
salam hangat..
maknanya dalam
ke emmpaaaaaaaaatt
Terimakasih atas komentarnya, salam kenal juga untuk semua…
Asik juga baca tulisan para pujangga ini. Salam kenal.
blm post yg baru lg..?
kutunggu yaa.. =)