Lagi dan lagi engkau mengguncang bangsaku, mungkin bangsamu juga. Lagi dan lagi nyawa seakan tak ada harganya, cuma sekumpulan darah dan tubuh terkulai. Lagi dan lagi kau sebarkan benih ketakutan, keberanianmu keji.
Ya, kau telah berhasil mencekam kami, lantas apa untungmu? Kau telah menyebar benih curiga dan fitnah, lantas apa hebatmu? Kau telah mencoreng nama baik kami, lantas apa raihmu?
Keyakinankah yang membuatmu begimu? Sesat!
Berjuangkah kau demi itu? Sia-sia!
Puaskah kau dengan semua ini? Semoga Tuhan mengampunimu!
Tuhan mengampuni, jika pintu hatinya mempercayai siapa yang mau mengampuni..kasih masih ada..
Semoga mereka sadar dan berhenti berbuat ulah yang tidak-tidak….
Puisi ini dibuat dlm background peledakan yg lalu ya..? (maaf kl salah).. >_<
Tp emosi di atas, benar2 saya dapatkan..
Bravo..! =)
Iya Benar, tulisan ini adalah ungkapan kekecewaan terhadap orang yang tega terhadap saudaranya sendiri. dan satu lagi, kekecewaan karena MU tidak jadi datang..
Miris memang. Semoga jaringan pelaku, siapapun mereka, segera terungkap. Sehingga keluh kesah kita tidak terjadi lagi dan lagi.
Semoga….