Jaket tebal melindungi tubuh ini dari dinginnya malam
Sepanjang perjalanan kepala tertunduk lesu dan bibir pun bisu
Angin bertiup kencang sekali seakan ingin menumbangkan pepohonan
Terang bulan dan lampu jalanan bertanding melawan kegelapan
Mengapa kau tidur di situ dik?
Apakah tanah dan rerumputan cukup mampu menghangatkanmu?
Tak dengarkah kau teriakan kulit tipismu?
Terbuat dari apakah batu di kepalamu sehingga engkau merasa nyaman bersandar?
Ah, kamu membuat saya malu
Malu karena tak bisa berbuat apa-apa
Terpaku melihat tubuh kecil tertidur pulas
Terharu memandang ekspresi wajah polosmu
Dimanakan rumahmu dik?
Apakah orang tuamu tak mencari?
Tak kehilangan muridkah guru sekolahmu?
Kemanakah dan bersama siapakah temanmu bermain?
Yah, kamu membuat saya bangga
Kulitmu lebih tebal dari jaket yang saya kenakan
Hatimu lebih tegar dari pecundang kehidupan
Senyummu lebih tulus dan indah dari wanita berhati dua
Semoga langit malam ini baik kepadamu
Bila melihatmu pastilah ia berhenti menitikkan air mata
Dan kemudian menyambutmu di pagi hari
Lalu bersama mentari mengajakmu bermain sepanjang hari
Tulisan ini diambil dari blog saya yang lama yaitu http://inspirasicharis.blogspot.com
Burung” di udara dipelihara o/ Tuhan, begitu jg dgn mereka..
Diantara yg lain.. Ini adalah favorit saya..^^
Iya benar, semoga mereka baik-baik saja karena selalu dipelihara Tuhan.. Thanks