Saya sangat senang dengan suasana pagi hari. Matahari terlihat masih menahan kantuk dan matanya sayup, saat itulah pandangannya terlihat teduh dan damai. Udara tak tampak seperti biasanya, kali ini ia begitu polos dan lugu, seperti belum tercemar oleh asap dan debu.
Arsip untuk Juli, 2009
Pertama, Kedua, dan Ketiga
Diposkan dalam Renungan pada Juli 23, 2009 | 9 Komentar »
Seperti kehilangan harta dan kekayaan
Demikianlah seseorang yang dikhianati sahabatnya
Seperti roh meninggalkan tubuh
Demikianlah seseorang yang kehilangan cintanya
Seperti jatuh dari atap yang tinggi
Demikianlah seseorang yang diperlakukan tidak adil
Apa Maumu?
Diposkan dalam Peristiwa, Sorot, Label Peristiwa, teror pada Juli 18, 2009 | 6 Komentar »
Lagi dan lagi engkau mengguncang bangsaku, mungkin bangsamu juga. Lagi dan lagi nyawa seakan tak ada harganya, cuma sekumpulan darah dan tubuh terkulai. Lagi dan lagi kau sebarkan benih ketakutan, keberanianmu keji.
Pagi Buta
Diposkan dalam Renungan, Label puisi, Renungan pada Juli 16, 2009 | 3 Komentar »
Angin tak memiliki mata
Tapi kulangkahkan kaki mengintai geraknya
Pepohonan dibelainya lembut
Sampah-sampah diusir dari permadani kakiku
Kearifan Air
Diposkan dalam Renungan, Label air, kearifan, misteri, puisi, Renungan pada Juli 13, 2009 | 10 Komentar »
Awalnya aku ingin airku mengalir tenang
Tapi apa kulihat!?
Diam-diam tanah menyerapnya perlahan
Bebatuan membelokkan butir-butir lembut
Senyum mentari memikat hatinya lugu