Hati kecilku telah berbicara jauh hari sebelum kita bertemu. Seperti benda yang jatuh ke tanah akibat gravitasi, demikianlah hatiku akan jatuh ke hatimu karena cinta dari Tuhan. Aku bukanlah seorang peramal, tetapi seorang pengembara di gurun pasir yang tahu persis dimana letak mata air yang melegakan dahaga.
Bukan elok yang kucari karena mataku ini mudah tertipu, seperti kulihat
putih yang terpadu dari rangkaian warna. Tetapi kecantikan terpancar dari hati yang tak akan keriput oleh waktu. Aku akan mampu bertahan dari rayuan ombak laut yang menghanyutkan selama tanganmu mencengkram erat hatiku dan tak membiarkannya lepas.
Bila cinta itu seperti perang, aku akan bertempur sebagai pemenang.
Bila cinta itu seperti perjalanan, aku akan menemanimu hingga ujung.
Bila cinta itu adalah impian, aku akan berusaha mewujudkan mimpimu.
Bila cinta itu adalah doa, aku akan meminta Tuhan diriku sebagai jawaban atas doamu.

Dari bawah langit saya melihat matahari tertawa geli. Jangan anggap saya gila! Saat ini saya sedang terbawa fantasi masa kecil yang suka melukis matahari lengkap dengan mata dan bibir tersenyum.